<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>:: Blog'e Maspoor ::</title>
	<atom:link href="http://maspoor.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maspoor.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Nov 2008 16:02:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='maspoor.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>:: Blog'e Maspoor ::</title>
		<link>http://maspoor.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://maspoor.wordpress.com/osd.xml" title=":: Blog&#039;e Maspoor ::" />
	<atom:link rel='hub' href='http://maspoor.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bekal-bekal Pernikahan bag.3 (Akad Nikah)</title>
		<link>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/03/bekal-bekal-pernikahan-bag3-akad-nikah/</link>
		<comments>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/03/bekal-bekal-pernikahan-bag3-akad-nikah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 15:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maspoor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maspoor.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Akad Nikah, Rukun dan Syarat-Syaratnya Disunnahkan ketika hendak akad nikah, memulaidengan khutbah sebelumnya yang disebut khutbah Ibnu Mas’ud (khutbatul hajjah, pent) yang disampaikan oleh calon mempelai pria atau orang lain diantara para hadirin. Dan lafadznya sebagai berikut : اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ،وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِاَنْفُسِنَا وَ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا ، [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspoor.wordpress.com&amp;blog=5385385&amp;post=15&amp;subd=maspoor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Akad Nikah, Rukun dan Syarat-Syaratnya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Disunnahkan ketika hendak akad nikah, memulaidengan khutbah sebelumnya yang disebut khutbah Ibnu Mas’ud (khutbatul hajjah, pent) yang disampaikan oleh calon mempelai pria atau orang lain diantara para hadirin. Dan lafadznya sebagai berikut :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;margin:0 22.4pt .0001pt 19.55pt;" align="right"><span style="font-size:17pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ،وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِاَنْفُسِنَا <span> </span>وَ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَمُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ ، وَاَشْـهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">“Sesungguhnya segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya, serta kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal usaha kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak yang berhak diibadahi melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya”.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> (HR. Imam yang lima dan Tirmidzi menghasankan hadits ini).<span id="more-15"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Setelah itu membaca tiga ayat Al-Qur’an berikut ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">{يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَـقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"><span> </span>“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> (QS. Ali ‘Imran: 102).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoBlockText" style="text-align:justify;margin:0 22.4pt .0001pt 19.55pt;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;font-weight:normal;" lang="AR-SA">{يَااَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِى خَلَقَكُم مِنْ نَفْسٍ وَّاحِدَةٍ ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَـالاً كَثِيْرًا وَنِسَـآءً . وَاتَّقُوْا اللهَ الَّذِيْ تَسَـآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلاَرْحَـامَ ، اِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا} . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">“Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya, dan daripada keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">(QS. An Nisaa’: 1)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">{يَآاَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ، وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عِظِيْمًا}</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. </span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”.</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> (QS. Al-Ahzab: 70-71).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Adapun rukun-rukun akad nikah ada 3, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">1. Adanya 2 calon pengantin yang terbebas dari penghalang-penghalang sahnya nikah, misalnya: wanita tersebut bukan termasuk orang yang diharamkan untuk dinikahi (mahram) baik karena senasab, sepersusuan atau karena sedang dalam masa ‘iddah, atau sebab lain. Juga tidak boleh jika calon mempelai laki-lakinya kafir sedangkan mempelai wanita seorang muslimah. Dan sebabsebab lain dari penghalang-penghalang syar’i.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">2. Adanya ijab yaitu lafadz yang diucapkan oleh wali atau yang menggantikannya dengan mengatakan kepada calon mempelai pria: “Saya nikahkan kamu dengan Fulanah”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">3. Adanya qobul yaitu lafadz yang diucapkan oleh calon mempelai pria atau orang yang telah diberi ijin untuk mewakilinya dengan mengucapkan : “Saya terima nikahnya”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Syaikhul islam Ibnu Taymiah dan muridnya, Ibnul Qoyyim, menguatkan pendapat bahwa nikah itu sah dengan segala lafadz yang menunjukkan arti nikah, tidak terbatas hanya dengan lafadz <em>Ankahtuka</em> atau <em>Jawwaztuka</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Orang yang membatasi lafadz nikah dengan <em>Ankahtuka </em>atau <em>Jawwaztuka</em> karena dua lafadz ini terdapat dalam Al Qur’an. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">فَلَمَّا قَضَى زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span> </span>“Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> (QS. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Al-Ahzab: 37)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Dan firman-Nya yang lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَلاَ تَنكِحُواْ مَا نَكَحَ آبَاؤُكُم مِّنَ</span><span dir="ltr" lang="AR-SA"> </span><span style="font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span> </span></span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">النِّسَاء</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"><span> </span>“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> (QS. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="DE">An-Nisa’:22)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Akan tetapi kejadian yang disebutkan dalam ayat tersebut tidak berarti pembatasan dengan lafadz tersebut (tazwij atau nikah). </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Wallahu a’lam. Dan akad nikah bagi orang yang bisu bisa dengan tulisan atau isyarat yang dapat difahami. Apabila terjadi ijab dan qobul, maka sah-lah akad nikah tersebut walaupun diucapkan dengan senda gurau tanpa bermaksud menikah (Jika terpenuhi syarat dan tidak ada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">penghalang sah-nya akad, pent). Karena Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: <em>“Ada 3 hal yang apabila dilakukan dengan main-main maka jadinya sungguhan dan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh maka jadinya pun sungguhan. Yaitu: talak, nikah dan ruju’” </em>(HR. Tirmidzi, no. 1184).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Adapun syarat-syarat sahnya nikah ada 4, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">1. Menyebutkan secara jelas (<em>ta’yin</em>) masing-masing kedua mempelai dan tidak cukup hanya mengatakan: “Saya nikahkan kamu dengan anak saya” apabila mempunyai lebih dari satu anak perempuan. Atau dengan mengatakan: “ Saya nikahkan anak perempuan saya dengan anak laki-laki anda” padahal ada lebih dari satu anak lakilakinya. <em>Ta’yin </em>bisa dilakukan dengan menunjuk langsung kepada calon mempelai, atau menyebutkan namanya, atau sifatnya yang dengan sifat itu bisa dibedakan dengan yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">2. Kerelaan kedua calon mempelai. Maka tidak sah jika salah satu dari keduanya dipaksa untuk menikah, sebagaimana hadits Abu Hurairah: “Janda tidak boleh dinikahkan sehingga dia diminta perintahnya, dan gadis tidak dinikahkan sehingga diminta ijinnya.” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana ijinnya?”. Beliau menjawab: “Bila ia diam”. (HR. Bukhari dan Muslim).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Kecuali jika mempelai wanita masih kecil yang belum baligh maka walinya boleh menikahkan dia tanpa seijinnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">3. Yang menikahkan mempelai wanita adalah walinya. Berdasarkan sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>: “Tidak sah pernikahan kecuali dengan adanya wali” (HR. Imam yang lima kecuali Nasa’i).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Apabila seorang wanita menikahkan dirinya sendiri tanpa wali maka nikahnya tidak sah. Di antara hikmahnya, karena hal itu merupakan penyebab terjadinya perzinahan dan wanita biasanya dangkal dalam berfikir untuk memilih sesuatu yang paling maslahat bagi dirinya. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an tentang masalah pernikahan, ditujukan kepada para wali:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;"><span> </span><span lang="SV">“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu” (QS. </span></span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">An-Nuur: 32)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">فَلاَ تَعْضُلُوهُنَّ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">“Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka” (QS. Al-Baqoroh: 232)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">dan ayat-ayat yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Wali bagi wanita </span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">adalah: bapaknya, kemudian yang diserahi tugas oleh bapaknya, kemudian ayah dari bapak terus ke atas, kemudian anaknya yang laki-laki kemudian cucu laki-laki dari anak laki-lakinya terus ke bawah, lalu saudara laki-laki sekandung, kemudian saudara laki-laki sebapak, kemudian keponakan laki-laki dari saudara laki-laki sekandung kemudian sebapak, lalu pamannya yang sekandung dengan bapaknya, kemudian pamannya yang sebapak dengan bapaknya, kemudian anaknya paman, lalu kerabat-kerabat yang dekat keturunan nasabnya seperti ahli waris, kemudian orang yang memerdekakannya (jika dulu ia seorang budak, pent), kemudian baru hakim sebagai walinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">4. Adanya saksi dalam akad nikah, sebagaimana hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Jabir: <em>&#8220;Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali dan dua orang saksi yang adil (baik agamanya, pent).&#8221; </em>(HR. Al-Baihaqi dari Imran dan dari Aisyah, <em>shahih</em>, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir oleh Syaikh Al-Albani no. 7557).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Maka tidak sah pernikahan kecuali dengan adanya dua orang saksi yang adil. Imam Tirmidzi berkata: “Itulah yang difahami oleh para sahabat Nabi dan para Tabi’in, dan para ulama setelah mereka. Mereka berkata: “Tidak sah menikah tanpa ada saksi”. Dan tidak ada perselisihan dalam masalah ini diantara mereka. Kecuali dari kalangan ahlu ilmi Muta’akhirin (belakangan)”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspoor.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspoor.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspoor.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspoor.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspoor.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspoor.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspoor.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspoor.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspoor.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspoor.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspoor.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspoor.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspoor.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspoor.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspoor.wordpress.com&amp;blog=5385385&amp;post=15&amp;subd=maspoor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/03/bekal-bekal-pernikahan-bag3-akad-nikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c60db1350e3834f37b7b2d69be05678?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">maspoor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bekal-bekal Pernikahan bag.2 (Meminang)</title>
		<link>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/03/bekal-bekal-pernikahan-bag2-meminang/</link>
		<comments>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/03/bekal-bekal-pernikahan-bag2-meminang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 15:08:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maspoor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maspoor.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Khitbah (Meminang) Rasulullah bersabda: “Apabila seorang diantara kalian mengkhitbah (meminang) seorang wanita, maka jika dia bisa melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah” (HR. Ahmad dan Abu Dawud) Dalam hadits lain: “Lihatlah dia, sebab itu lebih patut untuk melanggengkan diantara kalian berdua” (HR. At-Tirmidzi, 1087) Hadits tersebut menunjukkan bolehnya melihat apa yang lazimnya nampak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspoor.wordpress.com&amp;blog=5385385&amp;post=11&amp;subd=maspoor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--> <!--[endif]--><!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--></p>
<p><strong>Khitbah (Meminang)</strong><em><strong><br />
</strong></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:ArialNarrow;color:black;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Rasulullah bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"><span> </span>“Apabila seorang diantara kalian mengkhitbah (meminang) seorang wanita, maka jika dia bisa melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah” (HR. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Ahmad dan Abu Dawud)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Dalam hadits lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">“Lihatlah dia, sebab itu lebih patut untuk melanggengkan diantara kalian berdua” (HR. At-Tirmidzi, 1087)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Hadits tersebut menunjukkan bolehnya melihat apa yang lazimnya nampak pada wanita yang dipinang tanpa sepengetahuannya dan tanpa berkhalwat (berduaan) dengannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Para</span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;"> ulama berkata: “Dibolehkan bagi orang yang hendak meminang seorang wanita yang kemungkinan besar pinangannya diterima, untuk melihat apa yang lazimnya nampak dengan tidak berkholwat (berduaan) jika aman dari fitnah”.<span id="more-11"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Dalam hadits Jabir, dia berkata: “Aku (berkeinginan) melamar seorang gadis lalu aku bersembunyi untuk melihatnya sehingga aku bisa melihat darinya apa yang mendorongku untuk menikahinya, lalu aku menikahinya” (HR. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Abu Dawud, no. 2082).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Hadits ini menunjukkan bahwa Jabir tidak berduaan dengan wanita tersebut dan si wanita tidak mengetahui kalau dia dilihat oleh Jabir. Dan tidaklah terlihat dari wanita tersebut kecuali yang biasa terlihat dari tubuhnya. Hal ini rukhsoh (keringanan) khusus bagi orang yang kemungkinan besar pinangannya diterima. Jika kesulitan untuk melihatnya, bisa mengutus wanita yang dipercaya untuk melihat wanita yang dipinang kemudian menceritakan kondisi wanita yang akan dipinang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Berdasarkan apa yang diriwayatkan bahwa Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Ummu Sulaim untuk melihat seorang wanita (HR. Ahmad).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Barangsiapa yang diminta untuk menjelaskan kondisi peminang atau yang dipinang, wajib baginya untuk menyebutkan apa yang ada padanya dari kekurangan atau hal lainnya, dan itu bukan termasuk ghibah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Dan diharamkan meminang dengan ungkapan yang jelas (tashrih) kepada wanita yang sedang dalam masa ‘iddah (masa tunggu, yang tidak bisa diruju’ oleh suami atau ditinggal mati suaminya, pent). Seperti ungkapan: “Saya ingin menikahi Anda”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;">Berdasarkan firman Allah Ta’ala:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran” (QS. 2: 235)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Dan dibolehkan sindiran dalam meminang wanita yang sedang dalam masa ‘iddah. Misalnya dengan ungkapan: “Sungguh aku sangat tertarik dengan wanita yang <span> </span>seperti anda” atau “Dirimu selalu ada dalam jiwaku”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Ayat tersebut menunjukkan haramnya tashrih, seperti ungkapan: “Saya ingin menikahi anda” karena tashrih tidak ada kemungkinan lain kecuali nikah. Maka tidak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">boleh memberi harapan penuh sebelum habis masa ‘iddahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Diharamkan meminang wanita pinangan saudara muslim lainnya. Barangsiapa yang meminang seorang wanita dan diterima pinangannya, maka diharamkan bagi orang lain untuk meminang wanita tersebut sampai dia diijinkan atau telah ditinggalkan. Berdasarkan sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah seorang laki-laki meminang wanita yang telah dipinang saudaranya hingga dia menikah atau telah meninggalkannya” (HR. Bukhari dan Nasa’i).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Dalam riwayat Muslim: “Tidak halal seorang mukmin meminang wanita yang telah dipinang saudaranya hingga dia meninggalkannya”. Dalam hadits Ibnu Umar: “Janganlah kalian meminang wanita yang telah dipinang saudaranya” (Muttafaqun ‘alaih). Dalam riwayat Bukhari: “Janganlah seorang laki-laki meminang di atas pinangan laki-laki lain hingga peminang sebelumnya meninggalkannya atau dengan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">seijinnya”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Hadits-hadits tersebut menunjukkan atas haramnya pinangan seorang muslim di atas pinangan saudaranya, karena hal itu menyakiti peminang yang pertama dan menyebabkan permusuhan diantara manusia dan melanggar hak-hak mereka. Jika peminang pertama sudah ditolak atau peminang kedua diijinkan atau dia sudah meninggalkan wanita tersebut, maka boleh bagi peminang kedua untuk meminang wanita tersebut. Sesuai dengan sabda Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam: “Hingga dia diijinkan atau telah ditinggalkan”. Dan ini termasuk kehormatan seorang muslim dan haram untuk merusak kehormatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;color:black;" lang="SV">Sebagian orang tidak peduli dengan hal ini, dia maju untuk meminang seorang wanita padahal dia mengetahui sudah ada yang mendahului meminangnya dan telah diterima oleh wanita tersebut. Kemudian dia melanggar hak saudaranya dan merusak pinangan saudaranya yang telah diterima. Hal ini adalah perbuatan yang sangat diharamkan dan pantas bagi orang yang maju untuk mengkhitbah wanita yang telah didahului oleh saudaranya ini untuk tidak diterima dan dihukum, juga mendapat dosa yang sangat besar. Maka wajib bagi seorang muslim untuk memperhatikan masalah ini dan menjaga hak saudaranya sesama muslim. Sesungguhnya sangat besar hak seorang muslim atas saudara muslim lainnya. Janganlah meminang wanita yang sudah dipinang saudaranya dan jangan membeli barang yang dalam tawaran saudaranya dan jangan menyakiti saudaranya dengan segala bentuk hal yang menyakitkan.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspoor.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspoor.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspoor.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspoor.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspoor.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspoor.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspoor.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspoor.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspoor.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspoor.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspoor.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspoor.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspoor.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspoor.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspoor.wordpress.com&amp;blog=5385385&amp;post=11&amp;subd=maspoor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/03/bekal-bekal-pernikahan-bag2-meminang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c60db1350e3834f37b7b2d69be05678?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">maspoor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bekal-bekal Pernikahan bag.1</title>
		<link>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/03/bekal-bekal-pernikahan-bag1/</link>
		<comments>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/03/bekal-bekal-pernikahan-bag1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 07:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maspoor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maspoor.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Muqaddimah Islam adalah agama yang syumul (universal). Agama yang mencakup semua sisi kehidupan. Tidak ada suatu masalah pun, dalam kehidupan ini, yang tidak dijelaskan. Dan tidak ada satu pun masalah yang tidak disentuh nilai Islam, walau masalah tersebut nampak kecil dan sepele. Itulah Islam, agama yang memberi rahmat bagi sekalian alam. Dalam masalah perkawinan, Islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspoor.wordpress.com&amp;blog=5385385&amp;post=8&amp;subd=maspoor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;} @font-face 	{font-family:ArialNarrow; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Muqaddimah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Islam adalah agama yang <em>syumul </em>(universal). Agama yang mencakup semua sisi kehidupan. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Tidak ada suatu masalah pun, dalam kehidupan ini, yang tidak dijelaskan. Dan tidak ada satu pun masalah yang tidak disentuh nilai Islam, walau masalah tersebut nampak kecil dan sepele. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Itulah Islam, agama yang memberi rahmat bagi sekalian alam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Dalam masalah perkawinan, Islam telah berbicara banyak. Dari mulai bagaimana mencari kriteria bakal calon pendamping hidup, hingga bagaimana memperlakukannya kala resmi menjadi sang penyejuk hati. Islam menuntunnya. Begitu pula Islam mengajarkan bagaimana mewujudkan sebuah pesta pernikahan yang meriah, namun tetap mendapatkan berkah dan tidak melanggar tuntunan sunnah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>, begitu pula dengan pernikahan yang sederhana namun tetap penuh dengan pesona. Islam mengajarkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> <span id="more-8"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Akan tetapi dalam tulisan ini, hanya dibahas tentang manfaat menikah, hal-hal yang berkaitan dengan meminang (khitbah), akad nikah, rukun-rukun, dan syarat-syaratnya serta pembahasan tentang pesta perkawinan atau <em>walimatul ‘urs</em>. Semoga kita bisa mengambil manfaat dari pembahasan-pembahasan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Manfaat Menikah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Nikah mempunyai manfaat yang sangat besar diantaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">1. Tetap terjaganya keturunan manusia, memperbanyak jumlah kaum muslimin dan menggetarkan orang kafir dengan adanya generasi yang berjuang di jalan Allah dan membela agamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">2. Menjaga kehormatan dan kemaluan dari berbuat zina yang diharamkan yang merusak masyarakat </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">3. Terlaksananya kepemimpinan suami atas istri dalam memberikan nafkah dan penjagaan kepadanya. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Allah berfirman:</span><span style="font-size:16pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِم</span><span lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita) </span>dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka </em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> (QS. An-Nisa’: 34)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">4. Mendapatkan ketenangan dan kelembutan hati bagi suami dan istri serta ketenteraman jiwa mereka.</span><span style="font-size:16pt;font-family:Verdana;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ </span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. </span></em><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” </span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">(QS. Ar-Ruum:21).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">5. Menjaga masyarakat dari akhlak yang keji (zina, pent) yang menghancurkan moral serta menghilangkan kehormatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">6. Terjaganya nasab dan ikatan kekerabatan antara yang satu dengan yang lainnya serta terbentuknya keluarga yang mulia yang penuh kasih sayang, ikatan yang kuat dan tolong-menolong dalam kebenaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">7. Mengangkat derajat manusia dari kehidupan ala binatang menjadi kehidupan insan yang mulia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Dan masih banyak manfaat besar lainnya dengan adanya pernikahan yang syar’i, mulia dan bersih yang tegak berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Menikah adalah ikatan syar’i yang menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan, sebagaimana sabda Rasulullah s<em>hallallahu ‘alaihi wa sallam</em>:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">“Berwasiatlah tentang kebaikan kepada para wanita, sesungguhnya mereka bagaikan tawanan di sisi kalian. Kalian telah menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah (akad nikah, pent)”</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Akad nikah adalah ikatan yang kuat antara suami dan istri. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Allah berfirman:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">.(QS.An-Nisaa’ :21) yaitu akad (perjanjian) yang mengharuskan bagi pasangan suami istri untuk melaksanakan janjinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">Allah berfirman:</span><span style="font-size:16pt;font-family:Verdana;" lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَوْفُواْ بِالْعُقُودِ </span><span style="font-size:16pt;" dir="ltr"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><span> </span>“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu”</span></em><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;" lang="SV">(QS. Al-Maidah:1)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:ArialNarrow;color:maroon;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:ArialNarrow;color:maroon;" lang="SV">Bekal-Bekal Pernikahan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:Tahoma;color:green;" lang="SV">[Suvenir Pernikahan Al-Akh Syafruddin dengan Al-Ukht Fany]</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:ArialNarrow;color:blue;" lang="SV">Sumber : Al-Mulakhosh Al-Fiqhiyyah Karya Al-’Allamah Shalih FauzanAl-Fauzan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:ArialNarrow;color:blue;" lang="SV">Artikel ini didownload dari E-book Center Abu Salma</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:ArialNarrow;color:blue;" lang="SV">http://dear.to/abusalma</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspoor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspoor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspoor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspoor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspoor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspoor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspoor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspoor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspoor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspoor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspoor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspoor.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspoor.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspoor.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspoor.wordpress.com&amp;blog=5385385&amp;post=8&amp;subd=maspoor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/03/bekal-bekal-pernikahan-bag1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c60db1350e3834f37b7b2d69be05678?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">maspoor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikan yang Sangat Lezat</title>
		<link>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/02/ikan-yang-sangat-lezat/</link>
		<comments>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/02/ikan-yang-sangat-lezat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 23:28:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>maspoor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Senyum]]></category>
		<category><![CDATA[canda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maspoor.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[al-Marwazi pernah bercerita, “Suatu hari, Abu Abdil Humaid pernah membeli seekor ikan dari pasar. Setibanya di rumah ia langsung menuju ke kamarnya untuk membaringkan tubuhnya dan ia pun tertidur pulas. Sang istri yang melihat seekor ikan segar di meja segera memasaknya dan kemudian memakannya bersama-sama dengan beberapa orang tetangganya. Ketika tak ada lagi yang tersisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspoor.wordpress.com&amp;blog=5385385&amp;post=3&amp;subd=maspoor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="konten" style="text-align:justify;">al-Marwazi pernah bercerita, “Suatu hari, Abu Abdil Humaid pernah membeli seekor ikan dari pasar. Setibanya di rumah ia langsung menuju ke kamarnya untuk membaringkan tubuhnya dan ia pun tertidur pulas.</p>
<p>Sang istri yang melihat seekor ikan segar di meja segera memasaknya dan kemudian memakannya bersama-sama dengan beberapa orang tetangganya. Ketika tak ada lagi yang tersisa dari ikan tersebut kecuali hanya tulang-tulangnya, sang istri pun mengusapkan tangannya yang belum dicuci ke mulut dan tangan suaminya yang sedang tertidur.</p>
<p>Tak berapa lama kemudian Abu Abdil Humaid terjaga dari tidurnya dan memerintahkan istrinya untuk memasak ikan yang baru saja ia beli untuk makan siangnya.</p>
<p>Sang istri berkata, “Dasar pikun! Bukankah engkau sudah memakannya tadi, kemudian engkau langsung tidur tanpa mencuci tanganmu terlebih dulu?</p>
<p>Abu Abdil Humaid pun segera mencium mulut dan kedua tangannya, ternyata ia dapati bau ikan pada keduanya. Ia pun segera mencuci tangannya dan berkata, “Belum pernah aku merasakan ikan selezat ini. Sekarang aku lapar lagi, tolong siapkan makan siang untukku sekali lagi!”</p>
<p>(Qashashul ‘Arab, karya Ibrahim Syamsuddin)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspoor.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspoor.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspoor.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspoor.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspoor.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspoor.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspoor.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspoor.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspoor.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspoor.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspoor.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspoor.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspoor.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspoor.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspoor.wordpress.com&amp;blog=5385385&amp;post=3&amp;subd=maspoor&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspoor.wordpress.com/2008/11/02/ikan-yang-sangat-lezat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c60db1350e3834f37b7b2d69be05678?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">maspoor</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
